• Sat. Mar 6th, 2021

Cerita Rakyat Dunia : Saudagar yang Kikir

cerita-rakyat-dunia-saudagar-yang-kikir

Cerita Rakyat Dunia : Saudagar yang Kikir – Ada seorang saudagar kaya raya yang hidup di sebuah desa. Ia adalah orang terkaya di sana. Sayangnya, tabiatnya terlampau buruk. Ia tidak mau share apa yang ia miliki.

Cerita Rakyat Dunia : Saudagar yang Kikir

cerita-rakyat-dunia-saudagar-yang-kikir

parsoniidrs.com – Anakku sakit. Aku akan meminjam duwit kepada saudagar kaya itu.” ucap keliru satu penduduk dengan panik.

“Lebih baik jangan. Kau cuma akan dipermalukan disana. Kalaupun tidak, kau cuma akan terperangkap utang,” balas penduduk yang lain.

Namun, penduduk itu udah tak mengerti kembali bagaimana cara mendapatkan uang. Ia pun memberanikan diri menghadap ke saudagar.

“Aku tak akan membantumu!” ucap saudagar itu dengan sombong, kala penduduk itu mampir menghendaki bantuannya.

“Baiklah, Tuan. Jika begitu, izinkan aku meminjam uangmu. Anakku perlu pertolongan,” pinta penduduk itu.

“Dengan apa kau akan membayar utangmu?” tanya saudagar itu, tetap terlampau sombong.

“Aku akan bekerja, Tuan. Jika aku punya uang, aku akan segera membayarnya,” ujar penduduk itu.

Muncullah asumsi jahat di benak saudagar kaya. Ia bisa manfaatkan penduduk desa itu untuk membayar utang dengan bunga yang besar. Akhirnya, saudagar itu meminjaminya uang.

Saudagar kaya itu sesungguhnya terlampau kejam. Banyak penduduk yang menjadi tersiksa karena bunga-bunga utang darinya yang besar. Semua penduduk pun membenci saudagar kaya itu.

Suatu malam, tempat tinggal saudagar kaya itu didatangi oleh perampok. Perampok itu merampas seluruh duwit saudagar. Saudagar yang tak mau kehilangan kekayaannya, mengusahakan menyelamatkan diri. Ia berlari muncul rumah.

“Tolong! Tolong aku, rumahku dirampok!” teriak saudagar.

Semua penduduk muncul rumah. Namun kala lihat saudagar yang menghendaki tolong, mereka justru kembali masuk ke dalam rumah. Mereka mengunci pintu mereka rapat-rapat

“Biarkan saja saudagar kikir itu mendapatkan balasannya. Ia udah berbuat jahat kepada kita. Sekarang, dia mengerti bagaimana rasanya dijahati,” kata seorang penduduk sambil masuk ke dalam rumah.

Mendengar perkataan itu, saudagar menjadi sedih. Ia sadar, bahwa ia udah menyakiti banyak orang. Ia pun menangis. Ia tahu, ia tidak bisa hidup tanpa perlindungan orang lain. Harusnya ia menunjang orang lain dengan ikhlas, supaya ia termasuk mendapatkan perlindungan kala ia membutuhkannya.

Sejak kala itu, saudagar kaya itu berubah menjadi saudagar yang baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *