• Sat. Mar 6th, 2021

Cerita Rakyat Riau Putri Tujuh : Asal Usul Dumai

Cerita Rakyat Riau Putri Tujuh : Asal Usul Dumai – Dahulu, di Dumai tersedia sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang ratu bernama Cik Sima. Kerajaan tersebut bernama Kerajaan Seri Bunga Tanjung. Cik Sima membawa tujuh orang putri yang cantik-cantik. Di antara ketujuh putrinya, putri bungsulah yang paling cantik. la bernama Mayang Sari.

Cerita Rakyat Riau Putri Tujuh : Asal Usul Dumai

Cerita Rakyat Riau Putri Tujuh : Asal Usul Dumai

parsoniidrs – Suatu hari, ketujuh putri ini tengah mandi di Lubuk Sarong Umai. Mereka tidak paham bahwa tersedia orang yang tengah mengikuti mereka. Pangeran Empang Kuala yang secara tidak sengaja tengah melewati daerah itu terkagum-kagum bersama dengan kecantikan ketujuh putri itu. Namun, matanya terpaku pada Putri Mayang Sari.

“Hmm, cantik sekali gadis itu. Gadis cantik di Lubuk Umai. Dumai… Dumai,” bisiknya pada diri sendiri.Advertising

Sekembalinya ke kerajaan, Pangeran Empang Kuala memerintahkan utusannya untuk pergi ke Kerajaan Seri Bunga Tanjung untuk meminang Putri Mayang Sari. Secara adat, Cik Sima menampik bersama dengan halus pinangan kepada putri bungsunya, sebab harusnya putri tertualah yang harusnya menerima pinangan lebih dahulu.

Pangeran Empang Kuala murka mendengar pinangannya ditolak. Lulu, ia mengerahkan pasukannya untuk menyerbu Kerajaan Seri Bunga Tanjung. Mendapat serangan tersebut, Cik Sima langsung mengamankan ketujuh puterinya ke didalam hutan. Mereka disembunyikan di sebuah lubang yang ditutupi atap terbuat berasal dari tanah dan dihalangi oleh pepohonan. Cik Sima juga membekali ketujuh puterinya bekal makanan selama tiga bulan. Setelah itu, Cik Sima ulang ke medan perang.

Pertempuan terjadi selama berbulan-bulan. Telah melalui tiga bulan pertempuran tidak juga selesai dan pasukan Cik Sima jadi terdesak. Korban udah banyak sekali berjatuhan dan kerajaan pun porak poranda. Akhirnya, Cik Sima berharap bantuan jin yang tengah bertapa di Bukit Hulu Sungai Umai.

Ketika Pangeran Empang Kuala dan pasukannya tengah beristirahat di bagian hilir Sungai Umai pada malam hari, tiba tiba saja ribuan buah bakau berjatuhan menimpa pasukan Pangeran Empang Kuala yang tengah beristirahat. Sebentar saja pasukan tersebut bisa dilumpuhkan. Pangeran Empang Kuala pun terluka.

Dalam keadaan yang lemah itu, datanglah utusan Ratu Cik Sima.

“Hamba singgah sebagai utusan Ratu Kerajaan Seri Bunga Tanjung. Ratu berharap Tuan untuk menghentikan peperangan ini. Peperangan ini tidak tersedia kebaikannya bagi ke dua belch pihak. Hanya akan mengakibatkan kesengsaraan,” kata utusan Ratu Cik Sima

Pangeran Empang Kuala paham bahwa pihaknyalah yang mengawali semua rusaknya ini. Akhirnya, ia memerintahkan pasukannya untuk mundur.

Sepeninggal pasukan Pangeran Empang Kuala, Ratu Cik Sima bergegas menuju daerah persembuyian ketujuh putrinya. Namun, ia amat terpukul, sebab dilihatnya ketujuh puterinya udah meninggal dunia, sebab kelaparan. Peperangan terjadi Iebih lama berasal dari perkiraan mereka, sehingga bekal makanan yang ditinggalkan tidak cukup.

Ratu Cik Sima tak kuasa menghambat sesal dan perasaan sedih atas kehilangan putri-putrinya. la jatuh sakit dan meninggal dunia.

Konon, kata Dumai disita berasal dari kata-kata Pangeran Empang Kuala saat tengah lihat Putri Mayang Sari di sungai. Kini, di Kota Dumai terdapat website bersejarah, yakni sebuah persanggrahan Putri Tujuh yang letaknya di daerah wilayah kilang Minyak PT Pertamina Dumai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *